Category Archives: journalism

Jurnalisme vs Kriminalisme

Standard

Masih terlintas di benak saya pada ‘salah satu’ cita-cita saya nantinya. Jurnalis. Banyak bayangan yang muncul kalo ngomongin jurnalis. Di mata saya sendiri, kerjaan ini penuh tantangan, penuh kreativitas, penuh keberanian,butuh wawasan, dan bebas!

Namun sudah jadi pandangan umum kalau jurnalis itu kerjanya berat. Ya toh? Sudah kerjaannya macam dokter, kapanpun calling harus siap tempur, siap lembur, siap adu deadline, siap adu lidah, adu otak…adu fisik… Duh!

Yang terakhir ini entah kenapa bisa terjadi yah? Gak habis pikir. #ganti topik

Setelah semingguan yang lalu ada berita tentang pengeroyokan wartawan oleh oknum pelajar SMA di tingkat nasional, beberapa hari kemudian santer juga berita adanya pengeroyokan jurnalis kampus oleh kelompok organisasi lain sebuah universitas di Yogyakarta.

Hal semacam ini nggak cuma terjadi sekali dua kali aja. Kalau kita search di google, akan banyak kasus serupa ditemukan. Di kampus sendiri hal ini sering banget terjadi. Gak habis pikir kenapa ya?

Logikanya, kemungkinan ada beberapa hal yang bikin ini terjadi. Pertama, kurangnya pemahaman masyarakat sama dunia jurnalisme. Kedua, udah membudayanya kekerasan. Ketiga, emang citra jurnalis dan media udah buruk di masyarakat.

Untuk yang pertama saya ambil kasus di dunia jurnalis kampus aja kali yah. Yang namanya LPM seringkali dikeluhkan oleh organisasi lain –walau banyak juga yang memuji dan berharap- sebagai lembaga yang terlalu banyak cingcong, banyakan protes, nggak bekerja sama, dll. Banyak LPM akhirnya tidak bisa membina hubungan baik dengan lembaga lain seperti BEM, DPM (Senat), dll karena kevokalannya. Di lain pihak, lembaga-lembaga lain seringkali kurang/tidak mengerti cara kerja media yang membuat mereka sering kelabakan ketika mendapati berita yang tak sedap.

Secara prosedural, berita tak sedap apalagi kalau memang menyalahi kaidah pemberitaan sangat mudah diatasi. Lembaga/perorangan yang bersangkutan bisa menyampaikan langsung lewat media yang bersangkutan. Kalau memang terjadi kesalahan dalam pemberitaan, media bisa melakukan ralat (seperti kesalahan penulisan nama orang, tempat, dll), permintaan maaf secara tertulis maupun lisan (kesalahan isi yang biasanya terkait pencemaran nama baik), maupun hak jawab.

Ada lagi yang sering dilupakan, yaitu membuat berita/ulasan tandingan melalui media yang dimiliki lembaga terkait. Biasanya LPM dan BEM atau DPM maupun HMJ sama-sama memiliki media. Sayangnya, fungsi media di tingkat lembaga non LPM seringkali hanya menjadi media pencitraan belaka. Fungsi ini bisa ditingkatkan (walaupun tetep aja pencitraan sih) ketika menghadapi pemberitaan miring dari media LPM.

Intinya, fungsi LPM dapat berjalan dengan baik, begitu juga lembaga lain. Bahkan dengan cara ini, persaingan media akan menjadi lebih sehat dan kehidupan intelektual kampus akan meningkat. Toh nantinya masyarakat (baca: mahasiswa) akan dapat mengambil sudut pandang tersendiri dari informasi yang mereka dapatkan.

Mengenai budaya kekerasan, nampaknya memang udah ‘jamannya banget’. Nggak solutif banget kalau segala hal diselesaikan dengan kekerasan. Saya juga masih nggak ngerti, kayanya saking hopelessnya atau gimana, kita terkadang suka ‘main potong tengah’. Kalau gak cocok main fisik, gak bisa dibicarakan main mogok, gak bisa dikompromikan main tutup mulut, gak didengar main demo… saya nggak menyalahkan pelaku-pelaku ini semua lo. Sekedar melihat fenomena yang ada. Kalau mau dibahas tentu akan panjang cerita dan terjadi salah-menyalahkan jg J

Nah yang ketiga, soal image buruk jurnalis dan media di kaca masyarakat. Masih nggak ngerti juga nih #nggakngertimulusih#, tapi pada kenyataannya..masih banyak komentar miring yang timbul seputar keberadaan media. Ada yang menilai media sebagai pengadu domba, sebagai pihak yang sok kuasa, sebagai ‘mesin pencari uang’ semata, sebagai alat politik, dll. Bahkan dalam kasus pengeroyokan wartawan, seringkali wartawan disalahkan sebagai pihak yang sok pahlawan. Nah loh! Udah jatuh tertimpa tangga. Untuk masalah terakhir ini, semuanya kembali ke media. Tujuan yang baik dan dilakukan dengan cara yang benar, insya Allah akan membuahkan hasil maksimal.  J

#Duniakecil, 23092011:0243

Ditulis oleh Sri Handayani sebagai dukungan untuk teman2 persma atas kasus pengeroyokan jurnalis kampus di UST, Yogyakarta.Saksi Sejarah