Oleh-oleh Ramadhan untuk Keponakan-Keponakan Kecilku

Standard

Berhubung tahun ini mungkin tidak bisa pulang, berhubung kalau di telpon malu-malu nggak mau ngomong, berhubung tidak bisa menemani belajar…dan berhubung-berhubung yang lain… mungkin cerita ini bisa jadi oleh-oleh.

Cerita ini sebenarnya tugas kantor yang ketika menuliskannya saya selalu teringat dengan keponakan-keponakan saya. Seandainya saya bisa mengisahkan ini kepada mereka. Semoga kalau tulisan dari Bulik sendiri nggak males bacanya dan semoga tidak ada kesalahan dalam ceritanya 😀

 

Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan Paus

 

Di suatu tempat bernama Ninawa, kota Mosul, hiduplah suatu kaum yang selalu durhaka pada Allah SWT dan senang menyembah berhala. Allah SWT kemudian mengutus Nabi Yunus as untuk berdakwah di sana. Nabi Yunus as adalah satu-satunya nabi yang dinasabkan kepada ibunya, Matta. Dia adalah lelaki yang selalu beribadat dan taat kepada Allah SWT.

Di kota Ninawa, Nabi Yunus as adalah orang asing. Ajakannya untuk beriman kepada Allah SWT tidak langsung mendapat sambutan. Setelah tiga tahun berdakwah di kota tersebut, hanya ada dua orang yang mau mengikutinya. Mereka adalah Rubil dan Tanukh.

Walaupun sulit, Nabi Yunus as tak pernah lelah berdakwah di Ninawa. Dia berdoa kepada Allah SWT agar umatnya mau menerima ajarannya. Melihat perjuangan Nabi Yunus as, Allah SWT kemudian mengirimkan wahyu yang menyatakan agar Nabi Yunus tetap berdakwah kepada rakyatnya selama 40 hari. Jika dalam 40 hari umatnya tidak mau beriman kepada Allah SWT, akan datang siksaan kepada mereka.

Mengetahui janji Allah SWT, Nabi Yunus as pun mengabarkan wahyu tersebut kepada umatnya. Namun, umat Nabi Yunus as tak memercayai kata-katanya. Mereka bahkan menantang Nabi Yunus as untuk mendatangkan siksaan tersebut. Nabi Yunus as pun geram. Hingga hari ke-37 umatnya tidak mau beriman. Nabi Yunus as tak tahan dan pergi meninggalkan umatnya. Ia berdoa agar Allah SWT memberikan hukuman pada orang-orang yang durhaka.

Setelah Nabi Yunus as pergi meninggalkan Ninawa, di hari ke-40, tanda-tanda azab Allah SWT pun tiba. Mendung hitam menggumpal di langit Ninawa. Binatang-binatang gusar. Angin dari seluruh penjuru arah bertiup kencang disertai suara gemuruh yang menakutkan. Warga Ninawa pun panik dan ketakutan.

Sementara itu, Nabi Yunus as terus berjalan meninggalkan kota Ninawa. Ia sampai di sebuah pantai. Di sana ia melihat sekelompok orang hendak menumpang kapal. Ia berbicara pada pemilik kapal agar diperbolehkan ikut menumpang. Nabi Yunus as lalu mengarungi lautan bersama para penumpang kapal lainnya. Di kapal itu, Nabi Yunus menjadi penumpang yang paling dihormati dan dicintai.

Di tengah laut, tiba-tiba kapal Nabi Yunus as diterjang gelombang dan angin kencang. Kapal yang mereka tumpangi oleng. Para penumpang pun panik dan ketakutan. “Biasanya kapal ini mau membawa pelarian. Kalau ada pelarian di dalam kapal, pasti terjadi hal seperti ini.” kata pemilik kapal.

Pemilik kapal meminta salah seorang untuk mengaku dan terjun ke dalam air demi keselamatan penumpang lainnya. Namun, tidak ada seorang pun yang mau mengaku. Para penumpang akhirnya sepakat melakukan undian untuk menentukan orang yang akan terjun ke laut, supaya kapal menjadi ringan.

Setelah diundi, nama Nabi Yunus as muncul. Para penumpang berat hati membiarkan Nabi Yunus as yang sangat dihormati dan dicintai terjun ke dalam lautan. Mereka pun melakukan undian lagi. Setelah beberapa kali undian, hanya nama Nabi Yunus as yang muncul. Nabi Yunus as pun merenung dan menyadari kesalahannya. Dia sadar telah melakukan kesalahan karena meninggalkan umatnya.

“Betul, saya seorang pelarian.” kata Nabi Yunus as setelah menyadari kesalahannya.

Tanpa pikir panjang, Nabi Yunus as menceburkan dirinya ke lautan yang penuh gelombang besar. Tak disangka, datang ikan paus besar yang kemudian menelan Nabi Yunus as. Dia berada dalam perut ikan paus dalam waktu lama. Dalam perhitungan normal, Nabi Yunus as seharusnya telah meninggal dunia. Namun Nabi Yunus as ternyata masih mampu menggerakkan anggota tubuhnya.

Selama berada di dalam perut ikan paus, Nabi Yunus as mendengar ikan-ikan di lautan bertasbih kepada Allah SWT. Ia juga mendengar seluruh alam ciptaan Allah SWT, seperti baru kerikil, tumbuhan dan biji-bijian bertasbih kepada-Nya. Nabi Yunus as adalah orang yang banyak mengingat Allah SWT. Karena itu, ia pun tak henti-henti mengucapkan tasbih dan tahlil kepada Allah SWT. Nabi Yunus as bertaubat atas kesalahannya dengan penuh ketundukan.

Nabi Yunus as kemudian berdoa kepada Allah SWT, “Ya Allah tidak ada Tuhan melainkan Engkau yang Maha Suci dan sesungguhnya aku termasuk golongan orang yang menganiaya diri sendiri. Aku tidak sabar sehingga aku melarikan diri dari kaumku sebelum ada wahyu-Mu. Ampunilah dosa kami wahai Tuhanku.”

Allah SWT mendengar doa Nabi Yunus as dan mengabulkannya. Dikeluarkanlah Nabi Yunus as dari perut ikan paus dan dilemparkannya ke darat. Nabi Yunus as sakit dan tubuhnya kurus kering. Allah SWT memberikan kesembuhan pada Nabi Yunus as hingga dia bisa mengunjungi kota Ninawa.

Ketika sampai di kota Ninawa, Nabi Yunus as pun terpana. Tidak ada lagi berhala di kota tersebut. Ternyata, ketika musibah menimpa penduduk kota Ninawa, mereka ketakutan luar biasa. Mereka pun menyadari bahwa Nabi Yunus as bukan seorang pendusta. Mereka mencari-cari Nabi Yunus as tapi tidak menemukan dia.

Akhirnya, penduduk Ninawa pergi ke padang-padang pasir dan bukit-bukit. Mereka menangis dan bertaubat kepada Allah SWT. Melihat penduduk Ninawa telah bertaubat, Allah SWT mengampuni mereka dan menjadikan langit Ninawa perlahan menjadi terang benderang. Allah Yang Maha Pengampun mengampuni Nabi Yunus as dan umatnya yang melakukan taubat dengan penuh ketundukan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s