Gemas Luar Biasa di Kelas Saya Hari Ini

Standard

Jam 10.45 jadwal saya mengajar di SD Bumijo. Saya melaju dan tiba di tempat tepat ketika anak-anak sudah hendak pulang. Beberapa anak yang melihat saya berjalan menuju kelas langsung berlari dan menarik tangan saya. Saya tidak ada firasat apa-apa karena biasanya juga seperti ini dan saya menikmati kemanjaan mereka 😀

Tapi, tidak sampai 5 menit kemudian suasana berubah.

“Miss, nanti lesnya di kelas B aja. Gantian.”

Belum sempat saya jawab, anak-anak kelas 1A menarik tangan saya ke kelas mereka. Terjadilah insiden tarik-menarik selama beberapa menit. Eh eh, bentar dong…Haduh! 😀

Melihat jumlah anak kelas B yang lebih banyak *dan semuanya kompak minta pindah dengan opsi yang lumayan adil: kalau Senin di kelas A, Rabu di kelas B*, akhirnya saya masuk ke kelas B. Ehhh ternyata anak kelas A nggak mau sama sekali masuk ke kelas B. Wadoh, bahaya tingkat 1. Sambil menenangkan anak kelas B yang sepertinya hari ini ngelunjak, bersikap sangat manja, merajuk, -dan mungkin merasa dimenangkan sama saya, saya pun pergi ke kelas A untuk membujuk anak-anak masuk ke kelas B.

Bobby: *dengan manja* Aa..nggak mau miss. Di sini aja. Disini lebih luas.

Saya: Kan sama luasnya, Bobby..Kita pindah yuk. Kan enak kalo kelasnya ganti-ganti, biar nggak bosen. Yah?

Vanda + Bobby: Aa..nggak mau. Pokoknya disini Miss..Miss Handa jangan kesana, kalau Miss ke sana kita pulang aja.

Valent: Iya Miss, nanti kita pulang lo.

Aduh, kalau dituruti debat bisa habis waktu ngajar saya. Padahal, pagi ini saya sudah disms Ibu Manajer Bimbel kalau harus mengajar di SD Depok 1. Jadi hari ini rencananya jam mengajar di Bumijo dikurangi dulu untuk mengajar promo, baru diganti di pertemuan lain.

Hm, saya sudah bilang sih, agak nggak enak kalau harus mengurangi jam ngajarnya, karena kesannya jadi buru-buru. Tapi kesepakatan sama Ibu Manajer sih nggak papa, hanya untuk beberapa pertemuan selama promo. Toh hanya untuk beberapa pertemuan dan nanti bisa diganti tambahan waktunya. Hoaaa…tapi ini bener deh di luar rencana T.T

Nah lanjutan critanya nih, anak-anak bener-bener nggak mau digabung. Awalnya rencana saya, saya ngajar di kelas B. Pasti anak-anak kelas A nanti akhirnya pelan-pelan mau pindah.  Tapi sampai saya mengajar, mereka tetep nggak mau pindah. Untungnya, mereka juga nggak mau pulang, hihi…

Jadi insiden selanjutnya, mereka berkali-kali membuka pintu, saya ajak masuk tapi nggak mau, lalu merajuk-rajuk:

“Miiiissss… pindah toooo… Ya udah kalo nggak mau!”

BANGGG!! Pintu dibanting… -_______-

Saya ngajar lagi, mereka ngintip lagi…merajuk-rajuk lagi:

“Miissss…ayo to miissss… Cepet too… Ya udah aku pulang lo.”

BANGGGG!! Pintu dibanting lagi… -_______-

“Missss…cepet too… Miss Handa tuuuu… Ya udah beneran lo kita pulang.”

BANGGG!! Pintu dibanting lagi.. -____-

Begitu sampai beberapa kali, lalu:

“Woo,,, pintunya rusak toooo…kamu sih dari tadi banting-banting teruuusss…”

Saya: *dalam hati* Aduh, tak ciumin jugaaaa kalian semua nih! Gemes deh aku, wahahaha.

Hmm.. -________-

 

Insiden selanjutnya lagi, salah seorang murid saya membuka pintu, masuk dan meninggalkan kertas sambil bilang, “Miss, dibaca ya.”

MISS AKUTIDAK LES

*hahaha, cikiciuuuu… Hadoh beneran deh gemeeeeeessss

Akhirnya setelah selesai materi saya berikan, saya kasih tugas ke anak-anak kelas B. Lalu saya pindah ke kelas A dan menjelaskan dari awal. Anak-anak kelas A meringis aja melihat saya masuk kelas. Dasar! Wkwkwkw

Yah beginilah endingnya..saya jadi estafet di dua kelas -_____-

Ketika sedang menjelaskan materi di kelas A, muncullah surat cinta dari anak-anak kelas B. Kertas-kertas itu hanya saya selipkan di antara absensi lalu saya melanjutkan mengajar lagi.

Kegiatan mengajar selanjutnya relatif lancar walau saya harus mondar-mandir dari kelas yang satu ke yang lain. Yang bikin dongkol, tiba-tiba seorang ibu membuka pintu dan bertanya, “Lhoh, kelasnya dibuat sendiri-sendiri to, Mbak?”

“Iya Bu, hanya hari ini saja kok. Anak-anak nggak mau digabung.” jawab saya.

“Huh, bikin repot aja mbak.” Lalu hening, lalu, “Masalahnya kan waktunya jadi terbuang juga.”

Hm.. Sepertinya sih ibu itu yang tugasnya membersihkan kelas setelah pelajaran selesai. Dari minggu kemarin mau kelasnya normal gak normal, ngomel mulu. Maaf yah ibuk, keluhan ibuk teh cuman mampir dengar di telinga sayah. Saya mau ngajar, nggak punya waktu buat ngomel dan nggak pengin mood saya rusak gara-gara ngeliat ekspresi jutek ibukkk. Hufh…

Beruntungnya, orang tua wali yang pada nunggu di luar bisa memahami kondisinya. Semoga deh sampe rumah mereka bantu kasih penjelasan ke anak-anaknya biar cinta damai dan mau gabung lagi 😀

Hm…Alhamdulillah, walau kerja ekstra tapi hasilnya memuaskan. Anak-anak cowok yang biasanya gak mau nyatet hari ini nyatet. Tugas juga dikerjakan. Anak-anak juga pulang dengan ceria, nggak ada yang ngambek. Waktu anak-anak kelas B mau pulang, saya meninggalkan pesan agar tragedi tidak berkepanjangan. Saya bilang, “Besok Senin kita di kelas A aja ya.”

Ada beberapa anak yang protes sih, tapi akhirnya setelah beberapa kali diulang, mereka bilang, “Iya, Miss.” dengan wajah ceria. Aduh senengnya bu guru…hehehe

Waktu udah setengah jam berlalu, saya siap mengajak mereka pulang. Tapi anak-anak itu merengek, “Jangan Miss, nggak mau. Nanti aja. Sampai sore nggak papa.”

Haduh, kelas saya yang lain gimana? Haduh, dilema..memang saya belum kasih apa-apa, harusnya saya kasih materi kan sampai latihan pemakaian bahasanyaL

“Miss, nanti aja..nggak mau pulang. Les lagi aja. Nggak mau pulang sekarang…” Chacha merajuk, yang lain ikut juga.

Okey, ini hak kalian dan kewajiban saya.. -____-

Nah setelah mereka pulang, langsung deh tancap gas..melesat membabi buta ke SD Depok 1. Panas uy, mana lampu merahnya lama.

Di jalan kepikiiiiir aja, tadi gara-gara insiden itu, nggak jadi ngurangin jam pelajaran. Mungkin sampai di Depok 1 anak-anak udah pulang..tapi mau gimana lagi, saya nggak mungkin mengutamakan kelas promo daripada kelas yang sudah berjalan, yang memang jadi tanggungan saya selama satu periode ini. Apalagi melihat anak-anak punya semangat buat belajar tanpa harus saya mengejar-ngejar mereka. Kalau peristiwa itu terjadi di sekolah lain, mungkin anak-anak kelas A-nya sudah pada pulang. Nggak tega juga euy, melihat mereka sampai harus bersitegang dengan teman-temannya, lalu masih saya tambah dengan tidak memberikan materi hingga selesai. Hm..saya pikir saya sudah mengambil langkah yang tepat dari pilihan tidak enak lainnya. L

Ah pokoknya senang sekali melihat mereka tetap bersemangat walau merajuk-rajuk manja bukan main. Hehe..gemes 😀

Sampai di Depok 1, anak-anak benar-benar sudah pulang. Sorry, dunno what to say..tapi dua-duanya tanggung jawab L Kalau demi promo saya tidak memberikan yang maksimal untuk kelas reguler saya, kayaknya lebih tidak bertanggung jawab daripada yang terjadi hari ini.

Hhh sudahlah…akhirnya saya pulang setelah ngobrol dengan guru baru yang disarankan untuk saya temui buat share. Antara kecewa dan puas, merasa bersalah dan bertanggung jawab. This is my day.

#Oyah waktu mau pulang, Gita, salah seorang murid bilang, “Miss Handa, itu suratnya dibuang aja. Sini tak buangin.”

Saya: Udah nggak usah Gita, nggak papa kok biar di situ ajahJ

Gita: Kenapa nggak dibuang, Miss?

Saya: Mau Miss Handa simpan buat kenang-kenangan *sambil meringis*

Gita: *ikut meringis*

Wkwkwkkwkw…..:P

Sampai di rumah, saya buka surat cinta murid-murid saya. Nih isinya:

MISS AKU NGGAK MAU LES LAGI MISS NGGAK PERCAYA SAMA AKU (1)

MISS AKU TIDAK MAU LES LAGI TITIK MISS NGGAK PERCAYA SAMA AKU (2)

MISS JANGAN KE KELAS A KALAU NGGAK AKU PULANG

MISS HANDA MBOK KE SINI KE SATU B NANTI AKU PULANG LO

(dan lain-lain)

Hahaha…*Dasar korban sinetron, kwkwkw* Alhamdulillah walaupun surat2nya begitu tapi mereka tetap mau belajar sampai selesai. Makasih yah murid-murid sayah. Hari ini saya keluar kelas kalian dengan rasa bangga melihat semangat kalian. From the deepest of my heart, I wish you for the best future

Yogyakarta, 26 Oktober 2011 jam 14:47

Advertisements

4 responses »

  1. miissss….sumpah ngakak guling-guling nggelundung dari km 20 ke km 0 baca ini ceritaaaa…
    Ya Alloh, anak-anak itu polosnya minta ampun ya, pengen tak culik dan tak simpen di rumah. hahahaha….

    Aku kangen dengan “kengototan” mereka, dengan keegoisan yang mengingatkankanku pada apa yang aku lakukan ketika masih imut-imut. huhuhuhuhu….. kangen masa kecil.

    Tetaplah menjadi Miss.Handa yang semangat yaa biar lebih banyak dapet “surat cinta bak sinetron” wkwkwkw…

    soal kelas promo, aku ndak tahu apa dan gimana, tetapi kenapa ndak minta tolong pengajar lain yang mungkin waktunya lumayan lowong, ya? Mungkin lagi, mereka akan lebih tota dalam berpromo 😀

    Miiissss…ganbatte yaaa….

    • hehe…ngakaknya lebay ituhhh. besok diulang lagi dari Jogja KM 0 ke Jakal KM24 kwkwkw..

      makasih miss motivasinya. iyah beruntung banget dapet anak2 Bumijo. suka sayah, klo keluar kelas bahagia, hehe…ngobatin capek klo ngajar L*ngensari 😀

      eh aku mau pamer, aku punya nama unyu buat muridku. namanya Queen Gisty, aku biasa panggil Ratu. anaknya seneng banget. tadi temennya yang namanya Anggrek Nafisha Azzahra bilang, “Miss, aku nanti dipanggil Bunga yah. Kan Anggrek nama bunga.”
      wkwkwkw imut2 banget miss anaknya 😀 *imingimingin*

      Itu kelas promo salahku juga si, kemarin sempet salah jadwal jadi tubrukan. ga tau juga miss, kurang SDM angkatan tua kayanya, hehe. Doain atuh, November suruh bantu marketing. skripsi sayahhh gimanaaa??? hukhuk –”

      *btw, i really miss u so much. gimana kabar terakhirmu? crita2 atuh. keknya sering jalan2 ni hunting makan :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s